Bagian dari SUA Creative
Sua

Checklist Persiapan Pernikahan dari 12 Bulan sampai Hari H

· 6 menit baca

Checklist Persiapan Pernikahan dari 12 Bulan sampai Hari H

Menyiapkan pernikahan terasa berat kalau semuanya dipikirkan sekaligus. Kuncinya ada di urutan: mana yang harus dipesan jauh hari karena cepat penuh, mana yang bisa menyusul, dan mana yang baru perlu diurus di minggu terakhir. Checklist ini menyusun persiapan pernikahan dari dua belas bulan sebelum acara sampai hari H, ditambah hal-hal yang perlu dibereskan setelahnya. Kalau waktumu lebih pendek, tidak apa-apa. Kerjakan saja urutannya dengan jarak yang lebih rapat.

12 sampai 9 bulan sebelum acara

Tahap ini untuk keputusan besar yang menentukan semua langkah berikutnya.

  • Musyawarah dengan keluarga. Sepakati rangkaian acara (lamaran, akad, resepsi), adat yang dipakai, dan siapa yang memegang keputusan di tiap pihak keluarga. Banyak hambatan di belakang hari berawal dari hal yang tidak dibicarakan di awal.
  • Tentukan anggaran. Tulis berapa dana yang tersedia dan dari mana sumbernya. Porsi terbesar biasanya untuk gedung dan katering, jadi pastikan dua pos itu terpenuhi dulu sebelum memikirkan yang lain.
  • Pilih tanggal. Cocokkan dengan jadwal keluarga inti, hari libur, dan kebiasaan adat. Kalau acaranya di luar ruangan, perhatikan juga musim hujan.
  • Buat daftar tamu kasar. Belum perlu nama lengkap, cukup perkiraan jumlah dari tiap pihak. Angka ini menentukan ukuran gedung dan jumlah porsi katering.
  • Pesan gedung dan katering. Gedung dan katering yang populer cepat penuh, apalagi di bulan-bulan ramai pernikahan. Begitu tanggal disepakati, segera amankan keduanya dengan uang muka.

9 sampai 6 bulan sebelum acara

Setelah tempat dan tanggal aman, saatnya memilih orang-orang yang akan bekerja di hari H.

  • Pesan vendor utama. Rias dan busana, dekorasi, foto dan video, serta MC atau hiburan. Bandingkan beberapa pilihan, baca ulasan, dan minta rincian paket secara tertulis.
  • Tentukan konsep dan warna tema. Warna tema akan dipakai di dekorasi, seragam keluarga, suvenir, dan undangan, jadi sebaiknya diputuskan sebelum memesan yang lain.
  • Jadwalkan foto prewedding kalau ingin membuatnya. Foto ini nantinya dipakai di undangan, jadi usahakan selesai paling lambat tiga bulan sebelum acara.
  • Mulai cari bahan seragam keluarga. Penjahit biasanya butuh waktu lebih lama menjelang musim ramai.

6 sampai 3 bulan sebelum acara

Tahap ini paling banyak detailnya, tapi sebagian besar bisa dikerjakan sambil jalan.

  • Rapikan daftar tamu. Lengkapi nama dan nomor WhatsApp tiap tamu. Pisahkan kelompok yang perlu undangan cetak, misalnya orang tua dan tetua keluarga, dari yang cukup dengan undangan digital.
  • Siapkan undangan. Pilih desain, lalu isi data mempelai, jadwal acara, lokasi, dan foto. Undangan digital bisa dicicil dan disimpan sebagai draf sampai semua data pasti. Langkah lengkapnya ada di panduan cara membuat undangan pernikahan digital. Kalau tetap mencetak sebagian, pesan sekarang karena undangan cetak perlu disiapkan satu sampai dua bulan sebelum acara.
  • Tes makanan dengan katering dan tetapkan menunya.
  • Pesan cincin, mahar, dan suvenir. Suvenir dengan tulisan nama butuh waktu produksi, jadi jangan dipesan mepet.
  • Kumpulkan dokumen nikah. Untuk pernikahan yang dicatat di KUA, dokumen yang umum diminta antara lain KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, pas foto, dan surat pengantar dari kelurahan. Persyaratan tiap daerah bisa berbeda, jadi tanyakan dulu ke KUA atau kantor catatan sipil setempat.

3 sampai 1 bulan sebelum acara

Semua yang sudah dipesan mulai dipastikan, dan undangan mulai disebar.

  • Daftarkan pernikahan. Pendaftaran nikah di KUA dilakukan paling lambat sepuluh hari kerja sebelum akad dan sekarang bisa dilakukan secara daring. Akad di kantor KUA pada jam kerja tidak dipungut biaya, sedangkan akad di luar KUA atau di luar jam kerja dikenai biaya resmi Rp600.000 yang disetor ke kas negara. Ketentuan ini bisa diperbarui, jadi pastikan lagi ke KUA tempat akad. Bagi yang menikah di luar KUA, urus pencatatannya di kantor catatan sipil.
  • Sebar undangan dua sampai empat minggu sebelum acara. Kirim satu per satu dengan sapaan yang menyebut nama tamu. Contoh kalimatnya ada di artikel contoh pesan WhatsApp untuk mengirim undangan.
  • Pantau konfirmasi kehadiran. Jumlah tamu yang benar-benar datang menentukan porsi akhir katering. Undangan dengan fitur RSVP membuat angka ini terkumpul sendiri tanpa perlu menanyai tamu satu per satu.
  • Fitting busana dan pastikan ukurannya pas, termasuk seragam keluarga.
  • Susun rundown dan panitia keluarga. Tentukan siapa yang menjadi penerima tamu, penjaga buku tamu dan kotak amplop, penanggung jawab konsumsi, serta penghubung dengan vendor.

2 minggu sampai sehari sebelum acara

  • Konfirmasi ulang semua vendor. Pastikan jam kedatangan, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi di hari H. Lunasi pembayaran sesuai kesepakatan.
  • Serahkan jumlah tamu akhir ke katering berdasarkan konfirmasi kehadiran yang masuk.
  • Kirim pengingat ke tamu tiga hari atau sehari sebelum acara, terutama untuk tamu yang belum membuka undangan.
  • Siapkan barang penting dalam satu tas. Cincin, mahar, seserahan, dokumen asli untuk akad, dan uang tunai secukupnya. Titipkan ke satu orang yang dipercaya.
  • Ikuti gladi kalau gedung atau penghulu memintanya, lalu istirahat yang cukup. Wajah yang segar lebih menolong daripada perawatan mendadak.

Hari H

Di hari H, tugas pengantin hanya satu: hadir dan menikmatinya. Serahkan urusan teknis ke wedding organizer atau panitia keluarga yang sudah ditunjuk. Simpan ponsel di tangan orang lain, dan biarkan penghubung vendor yang menjawab telepon.

Setelah acara

  • Kirim ucapan terima kasih kepada tamu, keluarga, dan panitia. Contoh pesannya juga ada di artikel pesan WhatsApp di atas.
  • Selesaikan administrasi. Ambil buku nikah atau akta perkawinan, lalu perbarui kartu keluarga dan dokumen lain yang perlu mencantumkan status baru.
  • Simpan kenang-kenangan. Ucapan dan doa dari tamu di undangan digital bisa dibaca ulang, jadi sempatkan membacanya bersama setelah semua lelah reda.

Yang sering terlupa

  • Makanan untuk vendor, panitia, dan sopir yang bekerja sejak pagi.
  • Petunjuk parkir dan lokasi yang jelas di undangan, lengkap dengan titik peta.
  • Rekening atau alamat kiriman hadiah untuk tamu yang tidak bisa datang.
  • Rencana cadangan kalau hujan untuk acara di luar ruangan.
  • Waktu istirahat dan makan untuk pengantin sendiri di sela acara.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa lama waktu ideal untuk persiapan pernikahan?

Enam sampai dua belas bulan memberi ruang untuk memilih gedung dan vendor dengan tenang. Pernikahan yang lebih sederhana bisa disiapkan dalam tiga bulan, asalkan gedung dan katering langsung diamankan di minggu pertama.

Apa yang harus dipesan paling awal?

Gedung dan katering, karena keduanya paling cepat penuh dan memakan porsi anggaran terbesar. Setelah itu rias dan busana serta dokumentasi.

Kapan undangan sebaiknya disebar?

Dua sampai empat minggu sebelum acara. Untuk tamu dari luar kota yang perlu mengatur perjalanan, kabari lebih awal.

Bisakah persiapan undangan dilakukan paling akhir?

Undangan digital bisa dibuat dalam satu malam, tapi sebaiknya tetap disiapkan sejak tiga bulan sebelum acara supaya ada waktu memeriksa ejaan nama, jadwal, dan lokasi sebelum disebar.

Satu pekerjaan yang bisa selesai malam ini

Dari semua daftar di atas, undangan termasuk yang paling cepat dibereskan. Pilih desain di katalog Sua, isi datanya sedikit demi sedikit, dan coba gratis sampai yakin. Di dalamnya sudah ada RSVP untuk menghitung tamu, peta lokasi, amplop digital, dan link personal dengan nama tiap tamu, jadi beberapa poin di checklist ini ikut tercentang sekaligus.

Artikel lain di Panduan